WONOSOBOZONE - Camat diminta gerakkan kewaspadaan dini masyarakat terhadap bencana, hal ini diungkapkan Bupati Wonosobo, Kholiq Arif, dalam pertemuan ulama dan umaro serta pembukaan amal infaq Yakaumi periode 210 sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad 1436 H, Senin, 12 Januari malam di Masjid Abu Dardiri Wonosobo.
Menurutnya, kondisi Kabupaten Wonosobo saat ini masih dikategorikan daerah rawan bencana, apalagi di tengah masih tingginya intensitas hujan yang turun di Wonoosbo.
Selain kepada Camat, Bupati juga meminta agar aparatur pemerintah desa untuk aktif menumbuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat dalam melakukan pencegahan dini terhadap bencana serta melakukan pengamatan terus-menerus terhadap potensi bencana yang mungkin terjadi di wilayahnya masing-masing, sehingga bisa mengurangi resiko korban akibat bencana, baik korban harta maupun jiwa manusia.
Terkait peringatan maulid nabi, Bupati meminta hal ini dijadikan sebagai momentum strategis guna menggugah kesadaran semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, untuk menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, peringatan Maulid Nabi merupakan salah satu momentum untuk memperkuat ukhuwah islamiyah (persaudaraan antar sesama umat islam), ukhuwah bashariyah (persaudaraan atas dasar kesamaan bangsa) dan ukhuwah wathoniyah (persaudaraan antar sesama tanah air), sehingga terbina persatuan dan kesatuan nasional sebagai modal dasar bagi bangsa dan negara indonesia, khususnya Pemerintah Kabupaten Wonosobo, dalam menata kehidupan yang lebih baik, secara material dan spiritual.
Sebagai implementasi dari kuatnya ukhuwah tersebut, Bupati mengajak jajaran aparatur pemerintahan, segenap komponen pembangunan dan seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga iklim kondusif guna terjaganya stabilitas keamanan dan ketertiban di Kabupaten Wonosobo, utamanya dalam menumbuhkembangkan kerukunan intern maupun antar umat beragama.
Sedangkan direktur pasca sarjana UNSIQ Wonosobo, Azhar Cholil, dalam tausiyahnya menyampaikan, perlunya umat manusia meneladani Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari sekaligus sebagai perwujudan keimanan yang tercermin dalam berbagai aktivitas positif, dengan mempelajari, memahami, menghayati serta mengamalkan ajaran-ajaran yang disampaikan oleh Rasulullah.
Hal yang patut diteladani menurutnya adalah sifat-sifat beliau yang begitu mulia, yaitu siddiq (jujur), amanah (bisa dipercaya/ konsisten terhadap amanah), tabligh (menyampaikan kebaikan (amar ma‟ruf) dan mencegah kemungkaran (nahi munkar), serta fathonah (cerdas). Sifat-sifat mulia Nabi Muhammad SAW tersebut, serta keteladanan kepemimpinan-nya harus dijadikan sebagai pijakan untuk mencapai kebahagiaan yang seutuhnya, duniawi dan ukhrowi. Secara kontekstual sifat-sifat Nabi Muhammad SAW perlu senantiasa diupayakan dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Terkait pembukaan Amal Infaq Yakaumi periode 210, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, H.Muhtadin, menyampaikan bahwa perolehan Infaq Yakaumi kali ini merupakan pemasukan bulan Desember 2014, yang terkumpul sebanyak 43 juta 358 ribu rupiah, dengan rincian, perolehan dari donatur Dinas/Instansi dan Bank senilai 10 juta 848 ribu rupiah dan infaq dari kecamatan senilai 32 juta 510 ribu rupiah.
Untuk infaq dari Kecamatan, Kecamatan Kepil kembali menjadi kecamatan yang mengumpulkan infaq terbesar yakni 2,819 juta rupiah, disusul Kecamatan Kalikajar sebesar 2,694 juta rupiah, sedang terendah dikumpulkan Kecamatan Kalibawang sebesar 1,316 juta rupiah.
Muhtadin menambahkan, dana infaq yang terkumpul dikeluarkan untuk bantuan stimulan pemugaran rumah tidak layak huni warga tidak mampu yang direkomendasikan dari desa dan kecamatan, bantuan biaya pendidikan serta bantuan pengobatan warga muslim di Wonosobo yang kurang mampu dan belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah. (Ard)
Share This Article :


comment 0 komentar
more_vert